Rabu, 14 Desember 2016

Bentuk Interaksi Antar Komponen Biotik

Komponen biotik adalah komponen lingkungan yang terdiri atas mahluk hidup seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme.

mahluk hidup di bumi ini memiliki ketergantungan antara yang satu dengan yang lainnya, begitu juga dengan lingkungan sekitarnya. semua mahluk hidup akan saling berinteraksi, baik itu dengan sesama mahluk hidup maupun dengan lingkungannya.

Seluruh interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungannya akan membentuk suatu ekosistem. Interaksi antar komponen biotik dalam ekosistem merupakan interaksi yang terjadi antar populasi organisme yang menyusun ekosistem. Interaksi yang terjadi sering memengaruhi antara satu sama lain.

Bentuk interaksi antar komponen biotik:


  • Hubungan Netral: hubungan yang tidak saling menganggu antar organisme dalam suatu habitat yang sama, yang bersifat tidak merugikan dan tidak menguntungkan kedua belah pihak. Contoh: tikus dengan kambing, kupu-kupu dengan belalang.
  • Hubungan Simbiosis: cara hidup bersama antara dua jenis mahluk hidup yang bersifat langsung dan erat. Hubungan simbiosis dibagi menjadi tiga, yaitu:
    1. Simbiosis Mutualisme: hubungan antara dua jenis mahluk hidup yang saling menguntungkan. Contoh: hubungan antara kupu-kupu dengan bunga, hubungan antara bakteri penambat nitrogen dengan leguminoceae.
    2. Simbiosis Komensalisme: hubungan antara dua jenis mahluk hidup, yang satu pihak diuntungkan, dan pihak lain tidak diuntungkan dan dirugikan. Contoh: hubungan antara tumbuhan epifit dengan inangnya,hubungan antara ikan remora dengan ikan hiu.
    3. Simbiosis Parasitisme: hubungan antara dua jenis organisme yang merugikan salah satu pihak dan menguntungkan pihak yang lain. Contoh: hubungan antara rafflesia dengan akar pohon ara dan vitis.
  • Hubungan Kompetisi: hubungan yang terjadi jika dalam suatu ekosistem terjadi ketidakseimbangan, misalnya kekurangan air, makanan, dan tempat berkembangbiak. Kompetisi dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. Kompetisi Intraspesies: persaingan antar organisme dalam satu spesies. Contoh: persaingan antara harimau dengan singa untuk memangsa rusa.
  2. Kompetisi Interspesies: persaingan antar organisme yang berbeda spesies .Contoh: persaingan antara buaya dengan berang-berang untuk memangsa ikan.


  • Hubungan Predasi: hubungan antara organisme yang memangsa dan organisme yang dimangsa. Contoh: hubungan antara harimau dengan rusa.
  • Hubungan Antibiosis: hubungan antara dua organisme, dimana organisme yang satu menghambat pertumbuhan organisme yang lain. Antibiosis merupakan interaksi antara mahluk hidup, salah satu mahluk hidupnya mengeluarkan zat antibiotik yang dapat membahayakan mahluk hidup yang lain. Contoh: Jamur Aspergillus flavus mengeluarkan aflatoksin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri.
  • Hubungan Protokooperasi: hubungan dimana organisme satu memperoleh keuntungan dengan adanya asosiasi itu tetapi hubungan itu tidak merupakan suatu keharusan. Contoh: hubungan antara kerbau dengan burung jalak. dari interaksi tersebut, burung jalak memperoleh makanan dan kutu yang menjadi hama pada kerbau menjadi berkurang. Dan interaksi ini bukan merupakan suatu keharusan karena tanpa interaksi tersebut, kerbau dan burung jalak tetap dapat melangsungkan kehidupannya.


Selasa, 13 Desember 2016

Metode Ilmiah dan Penelitian Ilmiah

Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang diolah dan disusun secara metodis, sistematis, dan koheren, tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan. ilmu pengetahuan memanglah tidak bisa terlepas dari ilmu yang kita gunakan sehari-hari, bedanya ilmu pengetahuan berusaha mengungkapkan kembali pengetahuan harian kita secara lebih jelas.

sejak abad ke-18, ilmu pengetahuan telah berkembang pesat dan melahirkan teknologi yabg canggih dan berperan penting dalam kehidupan manusia. ilmu pengetahuan bermula dari rasa ingin tahu yang merupakan ciri khas manusia.

dari rasa ingin tahu tersebut, manusia menggunakan akal pikirannya untuk untuk mencari tahu serta mempelajari gejala-gejala alam agar dapat bermanfaat pada dirinya  dan orang-orang yang ada disekitarnya.

Perbedaan Metode ilmiah dengan penelitian Ilmiah

Metode ilmiah adalah suatu cara memecahkan masalah ilmiah dengan langkah-langkah tertentu yang sistematis dan teratur. atau dapat dikatakan metode ilmiah merupakan suatu prosedur penyelidikan yang teratur dan logis dengan langkah-langkah yang sistematis secara deduktif berdasarkan akal sehat.

langakah-langkah metode ilmiah:
  • merunuskan masalah
  • mengumpulkan data/keterangan
  • menyusun hipotesis(dugaan sementara)
  • melakukan percobaan/eksperimen
  • menarik kesimpulan
  • menguji kesimpulan dengan percobaan ulang

sedangkan Penelitian ilmiah adalah rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu permasalahan. Penjelasan dan jawaban terhadap masalah itu dapat bersifat abstrak dan umum sebagaimana halnya dalam penelitian dasar(basic research) dan dapat pula sangat konkret dan spesifik seperti biasanya ditemui pada penelitian terapan.

karakteristik penelitian ilmiah:
  • sistematik : langkah-langkah yang ditempuh harus terencana dengan baik dan mengikuti metodologi yang benar
  • tahan uji   : penyimpulan peneliti harus merupakan hasil dari telaah yang didasari oleh teori yang solid dan metode yang benar
  • bertujuan  : kegiatan ilmiah tidak dapat lepas dari kerangka tujuan pemecahan masalah
  • objektif     : semua pengamatan dan kesimpulan yang diambil oleh peneliti tidak boleh didasari oleh subjektifitas pandangan pribadi dan pengaruh kepentingan pihak lain
  • terkendali  : dalam batas-batas tertentu, peneliti harus dapat menentukan fenomena-fenomena yang diamatinya dan memisahkannya dari fenomena lain yang menggangu
latar belakang penelitian:
  1. arti penting atau peranan topik penelitian
  2. untuk pengembangan atau peningkatan dibidang topik penelitian
  3. sebagai saran/masukan untuk bahan pengembangan dibidang topik penelitian
  4. untuk kemanfaatan praktis dan keilmuan